10 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Paling Dicari Turis
Bingung cari oleh-oleh Jogja? Ini 10 yang paling dicari: bakpia Pathok 25, yangko, gudeg kaleng, kipo, kembang waru, tiwul, geblek, wedang uwuh, perak Kotagede, dan batik.

Pulang dari Jogja tanpa buah tangan rasanya kurang lengkap. Masalahnya, pilihannya banyak banget — dari bakpia sampai perak Kotagede — dan nggak semua tahu mana yang layak dibawa. Daftar ini disusun dari rekomendasi yang beredar di media nasional seperti Kompas, detik, IDN Times, RRI, ANTARA, dan referensi kuliner Jogja, jadi kamu tinggal pilih sesuai bujet dan isi koper.
1. Bakpia Pathok 25
Bakpia adalah kue pastri khas Yogyakarta yang jadi wajah utama oleh-oleh kota ini. Yang paling terkenal, Bakpia Pathok 25 — angka 25 itu nomor rumah pembuatnya di kawasan Pathuk yang kini melekat jadi identitas dagang, seperti dirangkum BisnisUKM. Rasa klasiknya kacang hijau, tapi sekarang pilihannya makin luas: keju, cokelat, sampai varian rasa buah. Tahan lama dan aman dibawa pesawat. (Sumber: BisnisUKM, Kompas, Wikipedia)
2. Yangko
Bentuknya kotak-kotak kecil berbalut tepung ketan, kenyal, dan manis. Isi aslinya cincangan kacang, versi baru ada rasa stroberi, durian, dan melon. Yangko banyak dijual di kawasan Kotagede dan masuk daftar oleh-oleh terkenal di Yogyakarta versi Kompas. Kemasan toplesnya bikin gampang dibagi ke seluruh rumah. (Sumber: Wikipedia, Kompas)

3. Gudeg Kaleng
Gudeg adalah sajian ikonik Yogyakarta, dan versi kalengnya dibuat khusus supaya bisa dibawa pulang. IDN Times menyebut gudeg kaleng sebagai ide oleh-oleh yang “anti ditolak” — orang yang dikasih pasti habis. Salah satu nama yang sering direkomendasikan adalah Gudeg Yu Djum, yang juga masuk daftar oleh-oleh dekat Stasiun Tugu versi Tribun Travel. (Sumber: IDN Times, Tribun Travel, Wikipedia)
4. Kipo Kotagede
Kipo itu jajanan kecil sebesar ibu jari dari tepung ketan isi unti kelapa, dipanggang di atas loyang tanah liat. Menurut Wikipedia, kue ini sudah ada sejak abad ke-16 dan dihidupkan kembali oleh Mbah Mangun Irono pada 1946 — kini dilestarikan oleh Kipo Bu Djito di Kotagede. detik menulis namanya berawal dari orang yang “kepo” melihat bentuknya. Sekali coba, biasanya jadi cari-cari lagi. (Sumber: Wikipedia, detik)
5. Kembang Waru
Roti tradisional legendaris dari Kotagede yang warisannya dipercaya sudah ada sejak zaman Mataram Islam — begitu disebut RRI dan Mojok.co. Bentuknya seperti bunga dengan aroma pandan yang khas, jadi sering dicari wisatawan yang butuh oleh-oleh beda dari bakpia. IDN Times memasukkannya ke daftar roti khas Jogja untuk oleh-oleh. (Sumber: RRI, IDN Times, Mojok.co)
6. Tiwul
Tiwul adalah makanan tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta yang dibuat dari singkong. Dulu dikenal sebagai makanan pengganti beras, sekarang hadir dalam kemasan cake siap bawa seperti Cake Thiwul yang masuk daftar oleh-oleh versi IDN Times. CNN Indonesia bahkan mencatat tiwul sebagai warisan budaya tak benda. Manisnya alami, teksturnya lembut. (Sumber: Wikipedia, IDN Times, CNN Indonesia)

7. Geblek
Jajanan gurih asal Kulon Progo, dibuat dari tepung tapioka dan bumbu bawang lalu digoreng. Bentuknya mirip angka delapan berwarna putih — deskripsi langsung dari Wikipedia. Pemkab Kulon Progo sedang mengusung geblek naik kelas dan go global lewat liputan ANTARA, jadi makanan ini makin gampang ditemukan di toko oleh-oleh. Cocok buat yang kurang suka oleh-oleh manis. (Sumber: Wikipedia, ANTARA)
8. Wedang Uwuh
Minuman herbal rempah khas Bantul dengan sensasi pedas-manis yang menghangatkan. Kampung Wukirsari di Imogiri, Bantul, punya program teh celup wedang uwuh untuk memberdayakan warga — dicatat dalam referensi Wikipedia. DPRD DIY juga lagi dorong penguatan produk dan sertifikasinya. Beli beberapa sachet, seduh di rumah pas hujan, langsung kangen Jogja. (Sumber: Wikipedia, DPRD DIY)
9. Perak Kotagede
Kotagede sudah lama jadi pusat kerajinan perak di Jogja. Perajinnya masih aktif memproduksi cincin, gelang, sampai miniatur becak perak, meski ekspor sedang lesu menurut ANTARA. Kamu juga bisa mampir ke kampung wisata sekitar Kotagede untuk lihat langsung proses pembuatannya. Buat oleh-oleh yang lebih “mahal in memory”, ini pilihan paling berkesan. (Sumber: ANTARA)

10. Batik Jogja
Batik tulis dan cap khas Jogja jadi oleh-oleh yang nilainya makin naik seiring waktu. Batik Tjokrosuharto di kawasan Kraton bahkan jadi stop oleh-oleh rombongan pejabat — diawal Polsek Kraton menurut rilis Polda DIY. Buat pilihan lebih banyak, Pasar Beringharjo jadi tempat buruan oleh-oleh bertuliskan ciri khas Jogja sebagaimana dilaporkan RRI. Harga mulai dari yang ramah kantong pelajar sampai kain premium. (Sumber: Polda DIY, RRI)
Pertanyaan Umum
Apa oleh-oleh paling ikonik dari Jogja? Bakpia. Nama Bakpia Pathok 25 sudah melekat sebagai oleh-oleh Jogja dan paling sering disebut di media.
Mau bawa gudeg pulang, gimana caranya? Pilih gudeg kaleng. Kemasannya dirancang untuk dibawa perjalanan jauh, jadi aman sampai rumah.
Belanja oleh-oleh di mana di Jogja? Pasar Beringharjo dan kawasan Malioboro (detikTravel mencatat 10 pusat oleh-oleh di sana), kawasan Pathuk untuk bakpia, serta area sekitar Stasiun Tugu menurut Tribun Travel.
Selain makanan, oleh-oleh apa yang layak dibawa? Perak Kotagede, batik, dan wedang uwuh. Ketiganya tahan lama dan nggak takut kena gesekan di dalam koper.
Penutup
Oleh-oleh nggak harus mahal — yang penting pas sama orangnya. Bakpia dan yangko aman untuk semua, gudeg kaleng buat yang mau berbagi masakan khas, sedangkan perak dan batik buat kenang-kenangan yang awet bertahun-tahun. Kalau waktunya mepet, semua di daftar ini bisa dibeli di sekitar Malioboro sebelum menuju stasiun atau bandara.





