10 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Dicari
Dari lumpia Gang Lombok sampai moaci Gemini, ini 10 oleh-oleh khas Semarang yang paling dicari wisatawan — lengkap dengan nama toko, kisaran harga, dan daya tahannya.

Semarang hampir selalu jadi kota singgah saat mudik atau liburan, dan belanja oleh-oleh sudah jadi agenda wajib. Daftar ini disusun dari rekomendasi yang muncul berulang di detikFood, Tempo, lensajalan, dan Nibble — jadi bukan tebakan, tapi item yang memang paling sering diburu.
1. Lumpia Semarang
Isiannya rebung, telur, plus ayam atau udang, dibungkus kulit tipis yang renyah. Ada dua versi: lumpia basah yang harus segera dimakan dan lumpia goreng yang lebih awet. Yang paling populer diburu adalah Lumpia Gang Lombok di kawasan Pecinan, Lumpia Mbak Lien, dan Lunpia Cik Me Me di Jalan Gajahmada. Untuk perjalanan jauh, pilih kemasan vakum atau frozen supaya tidak lembek di jalan. (detikFood, lensajalan, Tempo)

2. Bandeng Presto
Bandeng dimasak dengan teknik presto sampai durinya lunak dan bisa dimakan langsung. Rasanya gurih, biasanya disantap dengan sambal terasi. Toko paling ikonik adalah Bandeng Juwana Elrina di Jalan Pandanaran No. 57 — ada dua outlet di Pandanaran, buka 06.30–22.00. Menurut detikFood, harganya mulai Rp35.000-an per ekor. Pilih kemasan vakum kedap udara supaya aman sampai rumah.
3. Wingko Babat
Kue dari ketan dan kelapa parut yang dipanggang ini jadi oleh-oleh andalan Semarang sejak lama. Variannya sekarang banyak: original, cokelat, nangka, sampai durian. Merek yang sering direkomendasikan adalah Wingko Babat Cap Kereta Api di dekat Stasiun Tawang, N.N Meniko Cap Stoom Mini, dan Dyriana. Karena kering, wingko relatif aman disimpan di suhu ruang dan biasanya dikemas dalam besek bambu.
4. Tahu Bakso
Kombinasi tahu dan bakso yang digoreng renyah ini asalnya dari Ungaran, tapi justru jadi oleh-oleh favorit di Semarang. Merek paling laris adalah Tahu Baxo Ibu Pudji di Jalan Pamularsih Raya No. 15, buka 07.00–21.00 setiap hari. Kemasan vakumnya tahan 3–10 hari, dan kamu bisa sekalian makan yang baru digoreng di tempat. (detikFood, lensajalan, Tempo, Nibble)

5. Tahu Petis
Tahu pong goreng yang bagian tengahnya diisi sambal petis dari udang — gurih dengan pedas yang ringan. Tahu Petis Yudhistira menyediakan kemasan vakum yang tahan sekitar enam hari di suhu ruang menurut detikFood; usaha ini sendiri sudah dua dekade lebih berjualan, awalnya dari gerobak kaki lima. Simpan di tas, jangan di koper yang kena panas lama.
6. Moaci Gemini
Moaci atau mochi Semarang ini berisi kacang tanah padat dan sudah berjualan sejak 1985. Pusatnya di Jalan RA. Kartini No. 19, dengan outlet tambahan di Madukoro dan Istana Buah. Variannya lengkap: original tepung, original wijen, cokelat, cookies & cream, keju, sampai rasa buah seperti durian, jeruk, dan stroberi. Harga versi Nibble: box isi 10 Rp29.000, isi 16 Rp44.000, dan isi 25 Rp65.000.
7. Roti Ganjel Rel
Namanya unik karena bentuknya disebut mirip kayu pengganjal rel kereta. Rasanya khas kayu manis dengan taburan wijen di atasnya. Banyak merek menjualnya, termasuk Dyriana, Nyonya Cakery, dan Toko Oen. Teksturnya lembut, jadi jangan ditumpuk di bawah barang berat. (detikFood, Tempo)
8. Kue Sarang Madu
Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula merah, lalu dibentuk menyerupai sarang lebah. Teksturnya renyah di luar tapi lembut di dalam, paling enak dimakan dengan teh atau kopi. Merek yang paling dikenal adalah Mahkota. Karena tidak berkuah, kue ini gampang dibawa naik kereta atau pesawat. (detikFood, Tempo)
9. Tumpi
Tumpi adalah keripik yang bentuknya mirip rempeyek, tapi dengan tambahan kacang hijau sehingga teksturnya lebih padat. Rasanya gurih dan ringan. Karena kering, item ini termasuk yang paling aman dimasukkan koper dan tidak berisiko bocor. (Tempo, lensajalan)

10. Kopi Banaran
Untuk penikmat kopi, Kopi Banaran menjual bubuk kopi robusta dari kebun kopi di Bawen, Kabupaten Semarang. detikFood mencatat harganya mulai Rp40.000-an per boks. Kalau punya waktu lebih, mampir langsung ke Kampoeng Kopi Banaran di jalur Semarang–Bawen — kawasan ini juga jadi destinasi wisata kopi resmi Jawa Tengah.
Pertanyaan Umum
Oleh-oleh Semarang apa yang paling tahan lama? Wingko babat, tumpi, kue sarang madu, kopi Banaran, dan aneka keripik bisa bertahan lama. Untuk yang butuh dingin, tahu bakso vakum tahan 3–10 hari dan tahu petis vakum sekitar 6 hari di suhu ruang. (detikFood, Nibble)
Di mana tempat belanja paling lengkap? Di Jalan Pandanaran ada Bandeng Juwana Elrina dan Pusat Oleh-oleh Djoe. Pilihan lain: Kampoeng Semarang di Kaligawe, Oleh-oleh 52 di Siliwangi dan Madukoro, Koetatoea di Pedurungan, serta Haz Oleh-oleh dekat pintu tol yang buka 24 jam. (Nibble)
Kapan waktu terbaik membeli? Pagi sampai siang lebih nyaman karena stok baru datang dan antrean belum panjang. Beberapa toko besar seperti Bandeng Juwana Elrina buka sejak pukul 06.30, sementara pusat oleh-oleh di Pandanaran rata-rata tutup sekitar pukul 22.00.
Berapa bujet yang perlu disiapkan? Perkiraan dari sumber yang dibaca: bandeng presto mulai Rp35.000 per ekor, kopi Banaran mulai Rp40.000 per boks, dan moaci Rp29.000 untuk isi 10. Kalau mau hemat, prioritaskan lumpia, wingko, dan tumpi.
Kalau cuma punya waktu 30 menit? Pilih satu pusat oleh-oleh di Pandanaran atau Kaligawe. Di satu toko saja, lumpia, bandeng presto, wingko, moaci, dan keripik biasanya tersedia sekaligus.
Penutup
Aturan belanjanya cuma dua: yang basah dan butuh dingin masuk tas, yang kering masuk koper. Kalau bujet terbatas, lumpia, wingko babat, dan tumpi sudah cukup mewakili rasa Semarang. Kalau mau bawa buah tangan yang lebih berkesan, bandeng presto Juwana dan moaci Gemini hampir selalu aman.
Baca juga: 10 Oleh-Oleh Khas Jogja yang Wajib Dibeli, 10 Oleh-Oleh Khas Surabaya, 10 Kuliner Khas Makassar yang Wajib Dicoba.





