Gemini 4 Argon Resmi, Google Klaim AI-nya Ungguli GPT-6 Astra
Google DeepMind resmi memperkenalkan Gemini 4 Argon pada 30 September 2026. Model frontier ini menembus batas output 1 juta token dan mencatat skor 77,9 persen di DeepSWE v1.1, mengungguli GPT-6 Astra. Aksesnya masih dibuka terbatas.

Google resmi memperkenalkan model kecerdasan buatan terbarunya, Gemini 4 Argon, pada Rabu (30/9/2026). Model frontier buatan Google DeepMind itu dirancang untuk menangani pekerjaan kompleks yang berjalan panjang dan bertahap, bukan sekadar tanya-jawab singkat. Peluncuran ini menjadi salah satu topik teknologi paling ramai hari ini, dilaporkan Kompas.com, ANTARA, CNN Indonesia, hingga RMOL.
Meski sudah diumumkan, Argon belum bisa dipakai semua orang. Google membuka akses lewat pengujian terbatas dan menyebut langkah itu diambil untuk mematangkan sistem pengamanan sebelum model tersedia lebih luas.
Akses Masih Terbatas
“Kami akan terus mengumpulkan masukan dari penguji awal sembari menyempurnakan sistem pengamanan sebelum menyediakan Argon kepada pengembang, perusahaan, dan konsumen sesegera mungkin,” tulis Google dalam pengumumannya, dikutip Kompas.com.
Sejumlah laporan menyebut tahap pertama menyasar kalangan pembela keamanan siber terpilih lewat program Fairwind, disusul pelanggan API dan pelanggan berbayar setelah evaluasi pengamanan selesai. Artinya, pengguna biasa belum bisa memakai Argon hari ini.

Output Tembus 1 Juta Token
Salah satu peningkatan paling mencolok ada pada batas keluaran. Gemini 4 Argon disebut mampu menghasilkan hingga 1 juta token keluaran, naik drastis dibanding batas sebelumnya yang hanya 64.000 token. Kapasitas itu ditujukan untuk tugas berproses panjang dengan banyak tahapan.
Di lingkungan internal Google, teknologi ini sudah dipakai ribuan karyawan untuk pemrograman, riset mendalam, sampai penulisan. Google juga mencontohkan analisis data profiling seluruh armada pusat datanya. Menurut laporan RMOL, agen Argon menganalisis telemetri pusat data secara otonom dan menghemat lebih dari 300 TiB memori, dengan estimasi total penghematan 500 TiB hingga 1 PiB.
Ungguli GPT-6 Astra di Sebagian Benchmark
Google memamerkan hasil pengujian sejumlah benchmark. Gemini 4 Argon mencatat skor 77,9 persen pada DeepSWE v1.1, mengungguli GPT-6 Astra, Claude Fable 5.1, dan Claude Opus 5.5. Model ini juga memimpin pada Vals Index (68,9 persen), AutomationBench (51,3 persen), dan Vals Finance Agent v2 (65,4 persen).
Namun klaim “paling kuat” tidak berlaku di semua baris. Pada FrontierSWE v2, Argon hanya meraih 55,0 persen, tertinggal dari GPT-6 Astra (65,5 persen) dan Claude Opus 5.5 (62,3 persen). Argon juga bukan yang teratas pada Terminal-bench 4.0 dan PostTrainBench, menurut analisis benchmark yang mengutip halaman model Google DeepMind.

Fokus Keamanan Siber
Sisi lain yang disorot Google adalah pertahanan siber. Argon dilatih untuk menemukan, memvalidasi, lalu memperbaiki kerentanan perangkat lunak secara otonom. Pada CWE-bench v1, model ini mencatat 68 persen, seri dengan GPT-6 Astra.
Kemampuan ganda inilah yang membuat Google membatasi peredarannya. Model yang bisa menemukan celah keamanan juga berpotensi disalahgunakan untuk merancang serangan. Karena itu, mitra program Fairwind disebut mendapat versi Argon dengan pengaman siber khusus.
Harga Perkenalan Agresif
Untuk saat ini, tidak ada angka resmi harga yang dibuka untuk publik umum. Beberapa laporan yang mengutip pengumuman Google menyebut tarif perkenalan API sebesar 2 dolar AS per 1 juta token masukan dan 10 dolar AS per 1 juta token keluaran, dengan potongan 95 persen untuk masukan yang di-cache. Tarif standar setelahnya disebut 4 dolar AS per 1 juta token masukan dan 20 dolar AS per 1 juta token keluaran.

Apa Artinya Buat Pengguna
Peluncuran ini menambah panas persaingan model AI kelas atas. Sehari sebelumnya, OpenAI baru merilis GPT-6.1 Sol setelah membatalkan GPT-6.1 Astra. Kini Google menantang balik lewat Argon.
Bagi pengguna awam di Indonesia, dampak langsungnya belum terasa karena aksesnya masih tertutup. Yang bisa dicermati adalah arah model ke depan: output super panjang, kemampuan mengerjakan tugas bertahap, dan fokus pada keamanan siber. Kalau tarif perkenalan itu benar, harga layanan AI bisa ikut tertekan turun saat Argon dibuka lebih luas.
Yang perlu diingat, semua angka di atas berasal dari klaim Google sendiri, bukan pengujian independen. Sejumlah pihak mengingatkan bahwa hasil benchmark sebuah model sangat bergantung pada tugas dan alat yang dipakai, sehingga pemilihan model sebaiknya tetap lewat uji coba nyata. Sampai berita ini ditulis, Google belum memberi tanggal pasti kapan Argon tersedia untuk umum.





