OpenAI Rilis GPT-6 Sol dan Luna, Harga API Langsung Dipotong 50 Persen
OpenAI memperluas keluarga GPT-6 dengan GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna. Harga API keduanya dipangkas 50 persen dibanding GPT-5.6, dengan klaim kesalahan faktual Sol tinggal separuh. Anthropic melepas Claude Opus 5.5 hanya 90 menit sebelumnya.

OpenAI resmi memperluas keluarga GPT-6 dengan meluncurkan dua model baru, GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna. Pengumuman disampaikan lewat blog resmi perusahaan pada Selasa (22/9) dan mulai tersedia ke pengguna pada Rabu (23/9). Langkah ini menempatkan efisiensi biaya sebagai senjata utama, bukan sekadar penambahan kemampuan.
Perubahan paling mencolok ada di harga. OpenAI memangkas tarif API kedua model hingga 50 persen dibanding harga promosi generasi GPT-5.6 yang menjadi pendahulunya.
“GPT-6 Astra memperkenalkan generasi baru kecerdasan; model-model ini memperluas manfaatnya dengan membuat kecerdasan tersebut lebih efisien dan mudah diakses,” tulis OpenAI dalam blog resminya, dikutip KompasTekno.
Rincian harga API
Penurunan harga berlaku berdasarkan jumlah token yang diproses. Menurut laporan detikInet dan KompasTekno, perbandingannya sebagai berikut.
- GPT-6 Sol: 2 dolar AS per 1 juta token input dan 10 dolar AS per 1 juta token output. Sebelumnya GPT-5.6 Sol dibanderol 4 dolar AS dan 20 dolar AS.
- GPT-6 Luna: 0,10 dolar AS per 1 juta token input dan 0,50 dolar AS per 1 juta token output. Sebelumnya GPT-5.6 Luna 0,20 dolar AS dan 1,20 dolar AS.
OpenAI menyebut efisiensi itu dicapai lewat perbaikan pada sistem caching dan inference. Artinya, biaya akhir tetap bergantung pada seberapa banyak input dan output yang dipakai dalam setiap permintaan.

Pembagian tugas Sol dan Luna
Kedua model menyasar pekerjaan yang berbeda. GPT-6 Sol diarahkan untuk tugas kompleks seperti coding dan pekerjaan profesional, dengan batas pemakaian lebih longgar dan biaya lebih rendah.
Sementara GPT-6 Luna menyasar pekerjaan bervolume tinggi dengan tujuan yang jelas, seperti meringkas dokumen, mengekstrak informasi, hingga menjawab pertanyaan singkat.
OpenAI menegaskan GPT-6 Astra masih menjadi model terkuat mereka. Astra direkomendasikan untuk pekerjaan paling rumit ketika pengguna mengutamakan hasil maksimal ketimbang biaya.
Klaim kesalahan faktual tinggal separuh
Selain harga, OpenAI mengklaim GPT-6 Sol membuat sekitar separuh jumlah kesalahan dibanding pendahulunya. Klaim itu berasal dari evaluasi internal menggunakan percakapan ChatGPT yang telah dianonimkan dan sebelumnya ditandai pengguna karena mengandung kesalahan faktual.
Perusahaan mengakui pengujian tersebut memang memakai contoh percakapan yang sudah ditandai bermasalah, sehingga tidak menggambarkan penggunaan sehari-hari. OpenAI juga mencatat GPT-6 Luna pada tingkat reasoning lebih tinggi dapat menyamai GPT-5.6 Sol dengan biaya sekitar seperseratusnya.
Untuk kemampuan coding, OpenAI melaporkan skor benchmark DeepSWE v1.1. GPT-6 Sol mencatat 68,8 persen pada tingkat reasoning maksimum, sedangkan GPT-6 Luna 66,6 persen. Pada evaluasi AutomationBench, OpenAI menyebut GPT-6 Sol mengalahkan Claude Opus 5 pada effort maksimum dengan biaya per tugas hanya 9 persen dari model pesaing itu.

Prompt caching dan ketersediaan
OpenAI turut memperbaiki prompt caching untuk keluarga GPT-6. Input yang berhasil memakai cache mendapat diskon hingga 90 persen. GitHub melaporkan perbaikan ini memangkas lebih dari 50 persen bagian prompt token yang perlu diproses ulang pada miliaran permintaan ke model OpenAI di Copilot.
Soal ketersediaan, GPT-6 Sol dan GPT-6 Luna bisa dipakai di ChatGPT Work dan Codex untuk pengguna Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu. Pengguna Free dan Go mendapat akses GPT-6 Luna lewat aplikasi desktop. Keduanya belum tersedia di aplikasi Chat, dan OpenAI menyebut peluncuran dilakukan bertahap sepanjang hari.

Persaingan AI makin ketat
Peluncuran ini menambah panas persaingan di pasar model kecerdasan artifisial. Menurut laporan CNN Indonesia dan detikInet, Anthropic memperkenalkan Claude Opus 5.5 hanya sekitar 90 menit sebelum OpenAI mengumumkan GPT-6 Sol dan Luna.
Artinya, dua pemain besar itu saling menembak pengumuman dalam hitungan menit. Bagi pengguna dan pengembang, efeknya lebih langsung: tarif API yang lebih murah dan kemampuan yang makin merata di tiap tingkatan model.
Praktis, keputusan memilih model kini tidak lagi sekadar soal siapa yang paling pintar, tetapi siapa yang paling masuk akal dari sisi biaya untuk pekerjaan yang sedang dikerjakan.





