Muse AI Meta Salip ChatGPT, 2,8 Juta Unduhan dalam 12 Hari Pertama
Aplikasi agen AI Meta, Muse, mencatat sekitar 2,8 juta instalasi global dalam 12 hari pertama. Di pasar AS-Kanada, ia mengalahkan ChatGPT 1,8 juta berbanding 1,3 juta unduhan iOS menurut Apptopia. Amazon langsung memblokir agen ini dari situsnya.

Aplikasi kecerdasan artifisial milik Meta, Muse, mencatat pertumbuhan awal yang lebih cepat dibanding ChatGPT. Lembaga riset pasar aplikasi Apptopia memperkirakan Muse sudah diunduh sekitar 2,8 juta kali secara global dalam 12 hari pertama sejak peluncurannya pada awal September 2026.
Temuan itu dilaporkan TechCrunch pada Senin (21/9) dan diterjemahkan ANTARA. Angka tersebut menempatkan Muse sebagai salah satu peluncuran aplikasi AI paling cepat tahun ini, sekaligus menandai masuknya Meta secara serius ke pasar agen AI konsumen.
Unduhan iPhone dan pengguna harian
Perbandingan paling adil dalam data Apptopia menyempit ke pasar iOS Amerika Serikat dan Kanada, dua wilayah tempat Muse tersedia. Pada rentang 12 hari pertama, Muse mencatat 1,8 juta unduhan iPhone, sedangkan ChatGPT hanya sekitar 1,3 juta pada periode awal peluncurannya.
Jumlah pengguna aktif harian juga mencatatkan selisih besar. Di AS, Muse diperkirakan memiliki sekitar 642.000 pengguna aktif harian lewat perangkat seluler, sementara ChatGPT berada di kisaran 231.000 saat periode yang setara. Bahkan jika perbandingan dibatasi hanya pada iPhone, Muse masih unggul dengan 359.000 pengguna aktif harian.
Di App Store Amerika Serikat, Muse sempat menempati posisi kedua saat diluncurkan, lalu naik ke peringkat pertama dan menyalip ChatGPT. Perusahaan analisis lain, Appfigures, sebelumnya juga memperkirakan Muse menembus satu juta unduhan.
Apptopia menegaskan seluruh angka itu adalah estimasi pihak ketiga, bukan data resmi dari Meta. Artinya, jumlah sebenarnya bisa berbeda. Meta sendiri belum merilis angka adopsi Muse secara terbuka.

Strategi promosi silang ala Threads
Pertumbuhan Muse tidak lepas dari strategi promosi silang yang sudah terbukti dipakai Meta lewat aplikasi Threads, yang kini lewat 500 juta pengguna bulanan. Muse dapat terhubung dengan Facebook dan Instagram, serta tersedia lewat WhatsApp.
Apptopia mencatat lebih dari 95 persen pengguna Muse juga merupakan pengguna Facebook, sementara sekitar 63 persen merupakan pengguna Instagram. Kombinasi tiga platform besar itu memberi Meta jalur distribusi gratis yang tidak dimiliki banyak pesaing.
Sejalan dengan itu, Meta memperluas Muse ke perangkat Mac pada pertengahan September 2026. Dilansir dari laporan TechCrunch, pengguna bisa memberi Muse akses untuk berinteraksi langsung dengan dokumen, pesan, kalender, catatan, dan surel, dengan persetujuan sebelum tindakan dianggap sensitif dijalankan.

Amazon memblokir Muse
Tidak semua pihak menyambut Muse. Amazon dikabarkan melarang agen AI itu mengakses layanan toko daringnya. Mengutip Engadget, pengguna yang meminta Muse berbelanja di Amazon akan menerima notifikasi bahwa “akses berkelanjutan oleh agen AI yang tidak sah melanggar ketentuan penggunaan Amazon.”
Menurut ANTARA, Amazon awalnya meminta Meta mengecualikan situsnya secara sukarela, tetapi permintaan itu tidak dipenuhi sehingga perusahaan memilih memblokir akses Muse. Amazon beralasan pemblokiran dilakukan demi keamanan dan kenyamanan pengalaman belanja pelanggan.
Meta menampik kekhawatiran soal privasi. Perusahaan menyatakan Muse tidak memiliki akses ke kata sandi atau metode pembayaran orang lain. Setiap kredensial yang dibagikan disimpan di penyimpanan aman sehingga Muse bisa menggunakannya tanpa melihat isinya. Muse juga memakai kartu sekali pakai yang dihasilkan Link by Stripe untuk bertransaksi.

Diakui ‘terinspirasi’ OpenClaw
Kontroversi lain datang dari kalangan pengguna awal Muse. Mereka berspekulasi bahwa Muse sebenarnya adalah OpenClaw yang dikemas ulang lebih ramah konsumen. Meta akhirnya mengakui kemiripan itu.
Nat Friedman, kepala produk di Meta Superintelligence Labs, menyatakan dalam unggahan di X bahwa Muse “sangat terinspirasi sebagai produk oleh OpenClaw,” meski ia menegaskan Muse “dibangun dari nol.” Ia mengaku membeli ratusan Mac mini untuk timnya setelah memakai OpenClaw pada Januari lalu.
Perdebatan mencuat karena Muse memakai nama berkas kerja yang sama, termasuk SOUL.md, dengan isi yang hampir identik. Ditanya soal itu, Friedman menjawab bahwa timnya menilai pencipta OpenClaw, Peter Steinberger, “sudah tepat soal hal-hal itu.” Steinberger sendiri dilaporkan direkrut OpenAI pada awal 2026.
Apa artinya
Bagi pengguna Indonesia, Muse belum tersedia resmi. Peluncurannya masih terbatas di Amerika Serikat dan Kanada, sehingga akses dari Indonesia baru bisa lewat jalur tidak resmi. Namun angka adopsinya menunjukkan agen AI yang bisa mengerjakan tugas, bukan sekadar menjawab pertanyaan, kini menjadi medan perang baru di antara raksasa teknologi.
Perkembangan berikutnya akan ditentukan oleh dua hal: apakah blokir dari situs-situs besar seperti Amazon meluas, dan seberapa jauh otoritas privasi di berbagai negara menyoroti akses agen AI ke data pribadi pengguna.






